Menjaga Wajah Sejarah, Dedikasi di Balik Kebersihan Kawasan Kota Tua Jakarta
Pada Sabtu siang, 6 Desember 2025, suasana di kawasan Kota Tua Jakarta tampak tetap terjaga kerapiannya meski dipadati pengunjung di akhir pekan. Di tengah hiruk-pikuk wisatawan yang berswafoto, terlihat para petugas Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua dengan seragam oranye-hitamnya yang sigap memastikan setiap sudut area bersejarah ini tetap asri. Melalui kepemimpinan Ibu Dewi, sistem pengelolaan kawasan ini menjadi kunci utama mengapa situs cagar budaya kebanggaan Jakarta ini tetap nyaman dinikmati dari pagi hingga petang.
Menjaga wajah sejarah Jakarta di kawasan Kota Tua bukan perkara mudah. Namun, berkat pengelolaan yang disiplin, kawasan ini tetap nyaman dikunjungi hingga sekarang. Di balik itu semua, ada peran besar dari Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua. Di bawah arahan Ibu Dewi, tim ini bekerja ekstra keras memastikan setiap sudut, mulai dari luasnya Plaza Fatahillah hingga gang-gang pedestrian, tetap bersih dan enak dipandang mata.
Sistem kerja di sini pun dibuat sangat rapi dengan pembagian waktu atau shift. Sejak pagi buta, saat kota baru saja terbangun pukul 06.00 WIB, tim shift pertama sudah bergerak menyisir sampah agar kawasan sudah siap menyambut wisatawan dalam kondisi "kinclong". Tugas mereka baru berakhir di jam 3 sore, yang kemudian disambung oleh tim berikutnya dari jam 2 siang hingga jam 6 sore. Adanya irisan waktu di jam 2 siang ini sengaja dilakukan agar tidak ada jeda kekosongan petugas saat pengunjung sedang ramai-ramainya.
Strategi Ibu Dewi tidak berhenti di pengaturan jam kerja saja. Agar lebih efektif, para petugas dibagi ke dalam regu-regu kecil dengan jangkauan wilayah yang spesifik. Ada yang khusus bertanggung jawab di area lapangan utama, ada yang fokus merawat taman, hingga regu yang siaga menjaga kebersihan di titik-titik fasilitas umum. Dengan sistem "bagi tugas" per wilayah ini, setiap jengkel lahan di Kota Tua dipastikan tidak akan terlewat dari pengawasan.
Melihat mereka bekerja dengan seragam oranye-hitam yang khas, kita bisa melihat dedikasi nyata untuk menjaga martabat sejarah Jakarta. Para petugas ini adalah pahlawan di balik layar yang memastikan pengalaman wisata kita tetap berkesan. Melalui kedisiplinan dan tangan dingin Ibu Dewi dalam memimpin, UPK Kota Tua membuktikan bahwa dengan manajemen yang tepat, area publik yang padat tetap bisa terjaga kerapiannya.

Komentar
Posting Komentar